Sabtu, 01 Desember 2012

Tugas Etika Profesi


 Karya Ciptaan yang Sudah Dipatenkan

1.Helm Berpendingin (Linus Nara Pradhana )
       
nomor paten S00E01100236






Surabaya- Siswa kelas 1 SMP Kristen Petra 5, Jalan HR Muhammad, Surabaya membawa pulang medali emas kompetisi IEYI (International Exhibition for Young Inventors) Thailan pada 28-30 Juni lalu. Dari enam pelajar Indonesia yang dikirim ke Thailand, pelajar bernama lengkap Linus Nara Pradhana ini sukses menyabet medali emas di kompetisi IEYI 2012 Thailand.
Dengan Gel Coated Helmet (helm berpendingin) karyanya, bocah 13 tahun itu sukses menyisihkan 206 pelajar SMP di seluruh negara, yang ikut berkompetisi. Sukses Nara meraih prestasi di kancah internasional, menjadi suatu kebanggaan khusus bagi para pengajar SMP Kristen Petra 5 Surabaya.
Dia membuat helm atau pelindung kepala dengan sistem pendingin di dalamnya. Ini membuat pengendara yang mengenakan helm tetap nyaman meski suasana sekitarnya panas terik.

Karya Linus itu kabarnya sudah dipatenkan. Harapannya, Agustus nanti, prototipe helm ini sudah jadi dan siap dipasarkan. Sebuah perusahaan helm di Surabaya tertarik mengadopsi helm berpendingin ini.
Karya Nara juga telah dipatenkan setahun lalu dengan nomor paten S00E01100236.

Helm berpendingin yang diklaim bisa menurunkan suhu panas hingga 21% itulah yang diciptakan oleh anak yang baru berusia 12 tahun asal kota Pahlawan Surabaya ini.
Penampang (wadah) bagian atas dan bawah terbuat dari bahan ABS High Impact yang biasanya dipakai bodi kit untuk mobil. Kemudian di bagian tengah diisi dengan gel Sodium Polyacrylate yang biasanya dipakai pada diapers anak-anak.Penampang atau wadah buat gel hanya diletakkan di bagian tempurung belakang helm.
Sistem kerjanya tidak terlalu rumit. Dari bahan gel Sodium Polyacrylate tadi, nantinya akan diberi air supaya gelmenjadi basah. “Pendingin atau gel tidak perlu diganti, asalkan menggunakan air dengan kualitas yang bagus sehingga mampu meminimalisir panas karena terik matahari,”

Jadi, dengan kata lain, gel bertugas menyerap air yang berfungsi untuk menetralisir panas. Keuntungannya selain tidak menimbulkan suara riak air seperti yang sebelumnya ia terapkan pada IEYI tahun lalu, volume air yang dipakai juga hanya sedikit. Sehingga tidak membuat helm jadi berat.


2. Minuman kesehatan kulit manggis

nomor ID P0028639 B




Temuan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat terkait minuman kesehatan dari kulit buah manggis sudah dipatenkan Ditjen Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia pada Juni 2011.

“Alhamdulillah pada Juni 2011 temuan BPTP minuman yang terbuat dari kulit Manggis sudah dipatenkan,” kata Kepala BPTP Sumbar Prama Yufdi didampingi peneliti temuan minuman kesehatan kulit manggis, Kasma Iswari, di Arosuka, Senin.

Menurut Prama Yufdi, pengajuan untuk hak paten tersebut sudah dilakukan sejak 2006, setelah penantian panjang dari Kemenkum HAM akhirnya permintaan tersebut dikabulkan dengan nomor ID P0028639 B, 30 Juni 2011.
Dikatakannya, setelah dihakpatenkan temuan itu dilisensikan kepada PT Zena Nirmala Sentosa yang berproduksi di Bogor dengan sistem royalti.
“Karena kita tidak mungkin untuk memasarkannya, makanya hak paten tersebut kita lisensikan kepada pihak PT 
Zena Nirmala Sentosa agar kemudian bisa dipasarkan untuk dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Ditambahkannya, proses penelitian minuman yang dibuat dari bahan baku kulit buah manggis itu sudah dimulai sejak 2005 dengan melibatkan setidaknya 40 orang tenaga ahli dari BPTP Sumbar.
Menurut dia, sari kulit buah manggis memiliki kandungan xanthon (kumpulan senyawa) yang diprediksi bisa mencegeah tumbuhnya kanker, tumor.

Selain itu, dalam sari kulit Manggis itu terdapat banyak vitamin, yaitu vitamin A, semua vitamin B, kalsium, dan sebagainya.
Sementara oleh perusahaan yang memasarkan produk tersebut sari kulit buah manggis diproduksi berbentuk kapsul dan jamu.
“Informasi terakhir yang saya ketahui semua proses perizinannya sudah rampung, berkemungkinan dalam Maret 2012 sudah bisa dipasarkan,” katanya.


3. Penggunaan Zeolit Alam Sebagai Pengkaya Oksigen Untuk Menaikkan Efisiensi Pembakaran Kompor Minyak Tanah

No Paten. P00200300465





Kebutuhan minyak tanah yang semakin tinggi perlu mendapat perhatian karena cadangan minyak yang semakin terbatas. Salah satu upaya menurunkan kebutuhan minyak tanah ialah dengan menaikkan efisiensi pembakaran pada kompor minyak yang saat ini mempunyai efisiensi sangat rendah yaitu kurang dari 20%. Rendahnya efisiensi terutama akibat rendahnya konsentrasi oksigen pada udara pembakaran. Kenaikan 1% oksigen pada udara pembakaran dapat menaikkan efisiensi pembakaran sampai 2%. Teknik pengayaan oksigen te1ah dikenal di dunia teknik kimia dengan proses pressure swing adsoption (PSA). Metode itu memerlukan biaya besar sehingga sulit diaplikasikan pada teknologi kerakyatan.

Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat pengaya oksigen yang dibuat dari zeolit alam dan dipasang di sekeliling tiang sumbu kompor. Zeolit alam yang telah dimodifikasi agar memiliki kation Ca, akan mengadsorbsi nitrogen dari udara pembakaran yang mengalir ke dalam kompor sehingga konsentrasi oksigen di udara pembakaran menjadi lebih tinggi dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu petukaran ion dan optimasi kondisinya untuk memasukkan Ca ke dalam zeolit alam; uji AAS dan adsorbsi se1ektif untuk menentukan kadar Ca optimum; pembuatan alat pengaya oksigen untuk kompor; optimasi dimensi lubang dan tebal alat pengaya oksigen; pembuatan prototipe alat pengaya oksigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pertukaran ion telah menghasilkan kadar Ca maksimum dalam zeolit sehingga sangat se1ektif terhadap adsorbsi nitrogen.

 Ca-zeolit ini selanjutnya dicetak menjadi alat pengaya oksigen. Terhadap protipe alat pengaya oksigen, dilakukan optimasi ukuran lubang yang dapat memberikan peningkatan maksimum terhadap konsentrasi oksigen. Sebuah prototipe alat pengaya oksigen telah dibuat dan diuji yang menunjukkan bahwa alat tersebut dapat meningkatkan konsentrasi oksigen sampai 2,3% dan menaikkan efisiensi pembakaran kompor minyak tanah sebesar sekitar 2%. Desain dan metode pembuatan alat pengaya oksigen telah didaftarkan ke Kantor Paten untuk mendapatkan perlindungan. 



4. Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi - Transesterifikasi


(Nomor Paten : ID P0027952, Inventor: Prof.Dr.Ir.H. Sudarajat, M.Sc)



Proses Pembuatan Biodiesel dari Jatropha curcas
a.     Reaksi Esterifikasi
Crude Jatropha Oil  (CJO) mempunyai komponen utama berupa trigliserida dan asam lemak bebas. Asam lemak bebas harus dihilangkan terlebih dahulu agar tidak mengganggu reaksi pembuatan biodiesel (reaksi transesterifikasi). Penghilangan asam lemak bebas ini dapat dilakukan melalui reaksi esterifikasi. 
Pada reaksi ini asam lemak bebas direaksikan dengan metanol menjadi biodiesel sehingga tidak mengurangi perolehan biodiesel.
Tahap ini menghasilkan Jatropa Oil (JO) yang sudah tidak mengandung asam lemak bebas, sehingga dapat dikonversi menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi.

b.     Reaksi Transesterifikasi
Reaksi transesterifikasi merupakan reaksi utama dalam pembuatan biodiesel. 
Pada reaksi ini, trigliserida (minyak) bereaksi dengan metanol dalam katalis basa untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol (gliserin).
Sampai tahap ini, pembuatan biodiesel telah selesai dan dapat digunakan sebagai bahan bakar yang mengurangi pemakaian solar.
Kementerian Kehutanan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kehutanan untuk pertama kalinya mempatenkan empat hasil penelitian, salahnya tentang Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jarak Pagar dengan Proses Esterifikasi - Transesterifikasi (Nomor Paten : ID P0027952, Inventor: Prof.Dr.Ir.H. Sudarajat, M.Sc).


5. Perekat Tanin untuk Produk Perkayuan 
(Nomor Paten : ID P0028142, Inventor : Prof.Dr.Drs. Adi Santoso, M.Si)





Produk perekat tannin berbahan dasar alami kulit kayu mangium, yaitu TA 3002, TP 3041 dan TR 3051. Ketiganya diciptakan untuk menggantikan perekat sintesis berbasis phenolik dan resorsinol yang selama ini diimpor.

Prof.Dr.Ir.Bambang Subiyanto, MSc Peneliti dari LIPI mengulas “Lem kayu lapis dari limbah PULP “ dalam Siaran IPTEK VOICE,di RRI Pro 4 ,92.8 FM , Rabu 16 Juni 2010, pukul 08.30 – 09.00WIB .
Bambang Subiyanto menjelaskan bahwa kayu lapis terbuat dari kayu yang sudah diiris menjadi lembaran kemudian di lembaran demi lembaran itu direkatkan dengan lem yang biasa di masyarakat dikenal dengan Polywood, Polywood ini banyak di export ke luar negeri dan ada juga di dalam negeri biasa di pakai di industri furniture. Dalam proses produksi kayu lapis penggunaan lem perekat merupakan biaya produksi utama, dan selama ini masih menggunakan lem perekat standar .Lem perekat kayu lapis di Indonesia ada 2 jenis yaitu UF (Urea Formaldehid) dan VF (VenolFormaldehid) namun yang banyak di pakai adalah lem perekat UF (Urea Formaldehid) yang hasil dari limbah petroleum dari hasil tambak.

Ia juga mengatakan bahwa pada prinsipnya lem perekat UF (Urea Formaldehid) ini sering memancarkan emisi yaitu Gas Formalin, hal ini tidak baik untuk kesehatan oleh sebab itu lem ini harus dicampur dengan limbah kulit kayu untuk mengurangi gas formalin yang beracun tersebut.
Pohon kayu akasia (Acacia Mangium) yang ditanam di hutan industri bisa tumbuh 6 tahun sudah bisa di tebang, karena tumbuhan ini cepat tumbuh , berbeda dengan tanaman pohon jati yang sampai puluhan tahun. 

Dari limbah kulit kayu akasia (Acacia Mangium) ini dapat digunakan untuk bahan Lem perekat kayu lapis, ada beberapa keuntungan dari pemanfaatan limbah kulit kayu ini yaitu:
1.                   Dapat mengurangi emisi gas Formalindehida
2.                   Dapat meningkatkan nilai tambah dari limbah itu sendiri
3.                   Dapat menguraingi biaya produksi kayu lapis

Proses pembuatan lem perekat kayu ini yaitu limbah kulit kayu digiling sampai menjadi serbuk yang halus seperti powder kemudian lem UF ( Urea Formaldehid) yang biasanya cair dicampur dengan serbuk kayu tadi, hal ini pernah dilakukan sampai pencampuran 10-60 % dan hasilnya setelah diujikekuatan lem ini tidak berkurang , disamping dapat menekan jumlah limbah emisi gas formalin, juga dapat menekan dari biaya produksi kayu lapis.


6. Alat Ukur Diameter Pohon
( Nomor Paten : ID S0001084, Inventor : Wesman Endom, M.Sc dan Yayan Sugilar ) atau disebut alat ukur Wesyan.





Alat ukur Wesyan tersebut memungkinkan pengukuran pohon berdiameter besar dan berbanir di lapangan dapat dilakukan oleh satu operator dengan lebih mudah dan tingkat ketelitian terjaga.

Alat ukur yang biasa digunakan untuk mengukur diameter pohon misalnya pita keliling dan garpu pohon hanya praktis digunakan untuk mengukur
pohon berdiameter kecil dan tidak memiliki banir.
Alat ukur diameter pohon Wesyan berbentuk menyerupai gunting, terdiri
atas bilah pertama (10), bilah kedua (20), komponen penyatu (30) yang
menyatukan bilah pertama dan bilah kedua pada satu titik, sehingga bilah
pertama dapat digerakkan secara relatif terhadap bilah kedua atau
sebaliknya, dimana jarak antara ujung bilah pertama ke komponen penyatu
sama dengan jarak bilah kedua ke komponen penyatu.
Skala alat ukur diameter (40) yang terpasang secara tetap pada salah satu
bilah pertama atau bilah kedua, dan komponen pembaca (50) yang terpasang
pada salah satu bilah yang padanya skala ukur tidak terpasang, dimana
komponen pembaca  tersebut mempunyai lubang tembus  untuk dilalui skala
ukuran diameter.
Alat ukur diameter pohon Wesyan ini dapat dibuat dengan perhitungan sederhana,
yakni perbandingan jarak dan sudut tolak belakang. Dengan prinsip ini diameter
yang diukur akan sebanding dengan skalanya.

Dalam penetapan besarnya diameter pohon, posisi pengukuran sangat berpengaruh
terhadap hasil penghitungan pendugaan volumen pohon. Di AS, diameter pohon
berdiri diambil pada ketinggian 4,5 kaki atau setinggi 125 cm di atas permukaan
tanah. Pengukuran pada ketinggian ini diacu sebagai yang paling berkorelasi tinggi
dengan penetapan volume pohon, dan biasanya disebut dengan diameter setinggi
dada atau disingkat dengan d.b.h. Di negara dengan sistem metris, diameter setinggi
dada ditetapkan pada ketinggian 1,3 m di atas permukaan tanah. Pada lapangan
yang tidak datar, d.b.h biasanya diambil dari rata-rata yang dimana d.b.h biasanya
diambil di lereng atas.


7. Alat Pendinginan Asap dan Proses untuk Memproduksi Cuka Kayu dari Pembuatan Arang
 ( Nomor Paten : ID P0028528, Inventor : Tjutju Nurhayati, Dipl. Chem ).





Teknologi produksi cuka kayu berkualitas dari asap pembuatan arang yang dapat diaplikasikan untuk pengawet, penggumpal getah, desinfektan, serta pembasmi hama dan penyubur tanaman.

Cuka kayu (Wood Vinegar) sendiri adalah asap cair yang dihasilkan dari proses kondensasi asap dari hasil pembuatan arang melalui proses pembakaran dan pengembunan yang seluruhnya tanpa penggunaan bahan-bahan kimia sintetis yang ramah bagi lingkungan.
Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan anti rayap ramah lingkungan ini adalah berbagai limbah kayu yang tidak terpakai, seperti limbah bahan bangunan, limbah gergajian dan kayu-kayu ranting yang tidak masuk klasifikasi produk kayu yang layak jual.
Proses pembuatan cuka kayu (Wood Vinegar) ini memakai metode konvensional dengan sistematika kerja mesin yang sangat sederhana dengan memakai model tungku drum (Drum kiln) dengan ukuran yang dapat disesuaikan dengan kapasitas produksi.
Beberapa perusahaan timber wood yang beroprasi di Kalimantan Timur, pernah mengajukan pertanyaan tentang efektifitas wood vinegar yang pernah saya buat, prospek nilai ekonomisnya jika dilepas ke pasaran, tentu saja ini berkaitan dengan kualitas penelitian saya dan semestinya harus saya jawab dengan sistematis dan hasil yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut saya memberikan jawaban dengan parameter pengujian keefektifan cuka kayu (Wood Vinegar) yang meliputi nilai mortalitas rayap tanah Coptotermes curvignathus Holm untuk menguji toksikologis dari cuka kayu, dan penurunan berat contoh uji, dengan media kertas selulosa, dengan 5 taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 2%, 4%, 6%, dan 8%. Analisa data menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua kali ulangan dan uji lanjut menggunakan uji Dunnets.

8. Kompor Berbahan Bakar Biji Jarak (Eko Widaryanto Pencipta )

Nomor Permintaan Paten : P00200800190




Sebuah kompor menggunakan energi biji jarak mulai dikenalkan di Kota Malang. Buah karya Eko Widaryanto dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya ini dapat menjadi alternatif warga untuk beralih penggunaan kompor berbahan baku minyak fosil atau gas. 

Kompor diberi nama UB-16 dan UB-16-S sebagai penyempurnaan ini telah berhasil melalui ujicoba memfaatkan biji kering jarak pagar. Api kompor itu mampu menghasilkan nyala berwarna biru, dibandingkan dengan kompor yang menggunakan bahan bakar gas atau minyak tanah.

Menurut Eko dalam setiap pembakaran menggunakan biji jarak seberat 250 gram, dapat menghasilkan nyala api hingga dua jam. "Jika dihitung satu kilo jarak pagar hanya seribu rupiah, maka akan sama dengan nyala kompor selama 6 jam,"

Artinya memasak dengan kompor hasil temuan Eko ini dapat dikatakan ekonomis dan efesien dan tidak mengeluarkanbiaya mahal. Dibandingkan dengan kompor menggunakan bahan bakar minyak tanah.

Eko sendiri menjual kompor ciptaannya ini dengan hargasebesar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Dia mengaku hingga saat ini banyak pesanan datang dari luar pulau Jawa. Seperti Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur, serta Nusa Tenggara Barat.


9. Kompor Biomass 
Nomor Permintaan Paten : S00200800121







Kompor Biomass dengan sistem preheating dan regulator.
Kompor biomass 
Kompor biomass hasil karya M. Nurhuda ini merupakan inovasi baru dalam teknik pembakaran dari kompor tradisional yang sering digunakan di Indonesia selama ini, yang menggunakan bahan bakar kayu dan arang. Kelemahan kompor tradisional ini, selain kayu bakar yang semakin sulit digunakan, adalah asapnya yang mengganggu dan merusak kesehatan. Dalam hasil karyanya, M. Nurhuda menggunakan bahan bakar biomass padat seperti ranting kayu, seresah daun atau juga briket yang bisa dibuat dari sampah/limbah pertanian. Dengan sistem pemanasan terlebih dahulu (preheating), keunggulan kompor ini adalah nyala api yang bagus karena udara panas bercampur dengan asap dan dibakar. Keunggulan lainnya adalah nyala api yang bisa diatur melalui regulator sehingga asap lebih sedikit dan penggunaan briket bisa lebih efisien dan ekonomis.



10. KALENDER EDUKASI: Educal Karya Mahasiswa Universitas Brawijaya 




EDUCAL atau kalender edukasi atau Health Education With Calender merupakan kalender yang menyisipkan nilai-nilai pendidikan kesehatan, seperti contohnya kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Komponen kalender ini hampir sama dengan kalender pada umumnya, tetapi terdapat gambar yang nantinya akan berisi informasi dan tips bagi ibu hamil pada trimester 1 sampai 3 dan tahap tumbuh kembang bayi dan balita.

Latar belakang dari pembuatan kalender edukasi ini salah satunya karena kurang tersebarnya informasi tentang kesehatan kehamilan bagi ibu hamil yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi di Indonesia. Berdasarkan hasil survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2007 memperlihatkan angka kematian ibu (AKI) di Indonesia saat ini 228 per 100.000 kelahiran hidup. Sedang angka kematian bayi sebesar 34 per 1000 kelahiran hidup.

Kalender edukasi  atau EDUCAL telah sukses menjadi salah satu dari 10 nominasi Inovator Bisnis Pemuda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) pada bulan Oktober 2011 lalu. Atas prestasi tersebut, Kemenpora menawarkan pemprosesan Hak Paten Intelengensi (HAKI) dan pembinaan sekaligus pendanaan pengembangan produk selama satu tahun atas kreasi produk inovatif ini.
Tahap pembuatan EDUCAL sendiri terdiri dari desain, produksi, publikasi dan pemasaran.

Di tahun 2012 ini, EDUCAL akan tampil lebih menarik dalam bentuk kalender dinding dengan desain menarik. Kalender edukasi mengambil keunggulan produk dengan menampilkan informasi yang secara khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan tumbuh kembang balita yang saat ini masih jarang ditemukan.



11. Alat penghemat BBM X POWER

Hak Paten Nomor ID-0000699-S


Alat penghemat BBM X POWER, Diciptakan pada tahun 1996 dan sampai saat ini sudah diproduksi lebih dari2.200.000 unit dengan pendistribusiannya hampir diseluruh pelosok Indonesia, alat ini telah terdaftar dan mempunyai Hak Paten Nomor ID-0000699-S Tentang Alat Penghemat BBM/BBG Non Katalis, Paten Design Industri Nomor ID-0010476-D dan ID-0010477-D

Pada prinsipnya alat hemat BBM ini adalah alat untuk meningkatkan kualitas BBM/BBG yang dalam mekanisme bekerjanya menggunakan “ Gelombang Active Ultra Magnetics(VORTEX)“ yang dihasilkan dari susunan beberapa komponen magnet permanen. Dengan proses tersebut, alat irit bbm ini dapat mengubah molekul BBM maupun BBG menjadi Ion bermuatan positip yang mampu menyerap Oxygeen bermuatan negatif dalam keseimbangan untuk pembakaran sempurna, sehingga dapat meningkatkan performance mesin dengan pencapaian torsi maximum pada putaran rendah dan mengurangi polusi gas buang serta dapat menghemat BBM mencapai 15 – 40 %, untuk BBG alat hemat BBM ini hemat hingga mencapai 25 – 50 %



 12. Mesin Penggoreng Hampa Tipe Horisontal Sistem Jet Air
Nomor Permintaan Paten : P00200100073



Nama Inovator
:
Ir. Anang Lastriyanto, M.Si.
Institusi
:
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya
Alamat
:
Jl. Rajekwesi 11, Malang (65115)
“Mesin penggoreng vakum tipe horizontal sistem jet air”
Pada tekanan yang lebih rendah (vakum), cairan mendidih di bawah titik didih normal. Prinsip ini diaplikasikan pada mesin penggoreng vakum sehingga proses penggorengan dapat dilakukan pada kisaran suhu 80-90 derajat Celsius. Cara menggoreng dengan suhu yang lebih rendah akan menghasilkan makanan yang lebih renyah tanpa mengorbankan nutrisi yang terkandung dalam makanan.
Teknologi yang dikembangkan di Indonesia ini merupakan salah satu yang paling populer di dunia saat ini. Pompa vakum sistem jet air menggunakan prinsip Bernoulli dipilih karena mudah dan murah dalam produksi, pengoperasian dan perawatannya, selain itu mampu bekerja pada temperatur dan kelembaban yang relatif tinggi secara terus menerus. Sistem pengaturan api pembakaran dan angkat celup bahan yang digoreng juga diperbaharui untuk mengurangi kegosongan ketika menggoreng.
Perspektif :
Mengaplikasikan prinsip fisika sederhana, menghasilkan metode radikal yang efektif dan efisien, yang memungkinkan proses pengolahan hasil pertanian/ makanan secara lebih baik, sembari menjaga kualitas nutrisi dan memberikan kerenyahan yang diinginkan.
Keunggulan Inovasi :
·         Pompa vakum sistem jet air, sederhana dan mudah diproduksi.
·         Posisi tabung penggorengan yang horizontal, mencegah over-heating.
·         Desain unik mencegah kebocoran.
·         Kerusakan minyak dan bahan yang digoreng sangat kecil.
Potensi Aplikasi :
Para pengusaha pengolahan hasil pertanian/ makanan skala rumah tangga, kecil dan menengah.


13. DM PHAS (OBAT HERBAL ANTIDIABETES DARI BUNCIS)


NO. PENDAFTARAN PATEN: P00200300424



Obat herbal yang sangat aman digunakan karena terbuat dari ekstrak tumbuhan tanpa bahan kimia dan bahan pengawet, sehingga dapat menjadi solusi bagi penderita diabetes di Indonesia (dengan jumlah 8,6% dari total populasi penduduk).
Inovasi
Ekstrak tumbuhan yang dapat menurunkan kadar gula darah dan memiliki kemampuan memperbaiki fungsi pankreas dalam memproduksi insulin dengan pengobatan intra pankreatik.
Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Sertifikasi Kementerian Kesehatan RI dan BPOM
3.             Pendirian badan usaha, CV. Inovasi Karya Anak Bangsa
4.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
5.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             100% terbuat dari ekstrak tumbuhan
2.             Tidak mengandung bahan-bahan kimia
3.             Tanpa efek samping
4.             Harga lebih murah daripada harga obat antidiabetes yang sebagian besar masih impor.


14. Kincir Air Kaki Angsa

Nomor Paten. P00200200460




Nama Penemu :
1. DJAJUSMAN HADI, S.Sos., M. AB.
2. BUDIHARTO, S. Pd
Tahun Penemuan : 1998
Asal : Staf Universitas Negeri Malang (UM)
Kota : Malang, Jawa Timur, Indonesia
Jenis Temuan : Temuan Baru (New Invention)
Tanggal/Nomor Permintaan Paten : Tanggal 30-Juli-2002; No. P00200200460
Diumumkan oleh Kantor Paten : Tanggal 05-Februari-2004; No. 038.157 A
Penemu : Djajusman Hadi dan Budiharto

KRONOLOGIS TEMUAN
No
Uraian
Tahun
Hasil
Keterangan
1.
Pemikiran akan Penemuan
1998
Energi tercetus dari pola kaki angsa yang sedang berenang menghasilkan energi
Nama ini menjadi “Kincir Air Kaki Angsa” yang dapat mengubah energi air menjadi listrik
2.
Desain Rancangan
1999
Rasional, inovatif, dan siap diciptakan
Pemodelan
3.
Pembuatan Rancangan Prototype (Skala Mini)
2000
Berhasil, dengan peralatan sederhana (papan kayu)
Daya 40 Watt (skala handy/mikro)
4.
Dilombakan ke BPPT
2001
Juara Nasional
Tropy Menristek Ir. Hatta Rajasa
5.
Didaftarkan untuk Permintaan Paten (Dipatenkan)
2002
Diajukan paten melalui BPPT, dan BPPT melanjutkan pada paten dunia/internasional
Turun Nomor Permintaan Paten dari Departemen Kehakiman dan HAM, Tanggal 30 Juli 2002, NO. P00200200460, layak mendapatkan granted dunia
6.
Proses Paten
2003
Proses paten, lolos seleksi Pemeriksaan Substantif I
Revisi perbaikan deskripsi tentang  klaim
7.
Disetujui Paten
2004
Depatemen Kehakiman dan HAM menyetujui permintaan paten dan secara resmi diumumkan
Diumumkan oleh Kantor Paten pada Tgl. 05-2-2004; No. 038.157 A
8.
Direspon Menteri ESDM
2005
Diajukan sebagai energi listrik non BBM dan dapat membantu krisis energi
Kegiatan ditindaklanjuti oleh Departemen ESDM melalui Kantor P3TKEBT
9.
P3TKEBT komitmen mengadakan kerjasama untuk pembuatan dan pengujian alat
2005
Rekomendasi dari menteri dilanjutkan ke P3TKEBT untuk menerima penemuan
Memanggil penemu untuk mempresentasikan atas penemuan
10.
Kegiatan Uji Coba Penelitian Tahun Pertama (I)
2006
Mengerjakan pembuatan Kincir sebanyak 1 unit di Kali Anyar Kedungkandang  Malang
Daya yang dihasilkan 1,5 Kwh (1500 Watt)
11.
Kegiatan Uji Coba Penelitian Tahun Kedua (II)
2007
Mengerjakan pembuatan Kincir sebanyak 2 unit (dikopel) di Kali Anyar Kedungkandang Malang
Daya 2,5 Kwh (2500 Watt) di Kali Anyar Kedungkandang Malang
12.
Kegiatan Uji Coba Penelitian Tahun Ketiga (III)
2008
Mengerjakan Pembuatan Kincir Sistem Baterai di Kali Anyar Kedungkandang Malang
Sebagai standarisasi guna melayani kebutuhan listrik di daerah



15.       SURITECH (MESIN PEMISAH DAGING DAN TULANG IKAN)


NO. PENDAFTARAN PATEN: P00200600292



Hasil survey menunjukkan potensi ikan-ikan kecil hasil tangkap sampingan (HTS) di Laut Arafura saja mencapai hampir 400 ribu ton/tahun. Potensi HTS (by-catch) tersebut belum dimanfaatkan dengan baik, bahkan sebagian besar dibuang ke laut (dalam keadaan mati).

Inovasi
Perputaran yang selaras antara conveyor belt dan silinder berpori menghasilkan mesin yang dengan sangat efisien mampu memisahkan daging dan tulang ikan-ikan HTS yang bernilai ekonomis rendah. Hasil keluaran berupa daging lumat (surimi) untuk bahan baku nugget, baso, otak-otak, kerupuk ikan, dan lain-lain.

Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Pendirian badan usaha, PT. Samudera Teknik Mandiri (www.samuderateknik.com)
3.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
4.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             Harga lebih murah dibanding mesin impor
2.             Suku cadang mesin tersedia di pasaran
3.             Teknologi sederhana, pengoperasian dan perawatan mesin mudah
4.             Dimensi: 70cm x 72cm x 90cm (p x l x t)
5.             Daya listrik: 400 – 600 Watt, 220 V
6.             Kapasitas pemisahan: 80 kg/jam, efisiensi pemisahan: 94.18%, susut hasil: 3.4%
7.             Noise: 71 dB.


16. Energi Listrik dari Gelombang Laut (Zamrisyaf)

Nomor paten P.00200200854



Mengutak-atik peralatan listrik memang sudah menjadi hobinya sejak lama. Lulus dari Sekolah Teknik Menengah (STM) Muhammadiyah Padang jurusan teknik elektro, Zamrisyaf muda mulai berpikir untuk menerangi desanya yang gelap gulita. Akhirnya, pada awal 1980, pria kelahiran Bukit Tinggi, 19 September 1958 itu mulai menemukan teknik pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Dengan membuat kincir air dari kayu, dia memanfaatkan derasnya aliran air sungai untuk memutar kincir yang dihubungkan ke generator listrik.

Hasilnya, kincir air itu berhasil mengalirkan listrik untuk 30-an 
rumah di desanya, Desa Sitalang, Lubuk Basung, Sumatera Barat. Keberhasilan itu cepat tersiar dan ditiru puluhan desa lain di Sumatera Barat. Atas jasanya itu, pada 1983 Zamrisyaf dianugerahi penghargaan Kalpataru oleh Presiden Soeharto. "Tapi, karena sulitnya mencari kerja, saat itu saya sebenarnya tengah merantau di Malaysia, sehingga penghargaan Kalpataru itu diterima oleh bapak saya," ujarnya.

Ide dasarnya adalah menggunakan ponton atau tongkang kecil yang di atasnya ada semacam bandul yang bergerak memutar. Logikanya, ketika ponton miring atau bergerak karena empasan ombak, bandul akan memutar untuk mencari keseimbangan. Karena empasan ombak datang terus-menerus, bandul akan terus bergerak memutar.

Ketika poros dari bandul tersebut dihubungkan dengan dinamo, gerakan memutar itu akan diubah menjadi listrik. Karena itulah, teknik itu dinamainya pembangkit listrik tenaga gelombang-sistem bandulan (PLTG-SB).
Peralatan itu diangkat beramai-ramai bersama tetangga di Perumahan Mega Permai Muaro Panjalinan, Padang, untuk diapungkan di pantai dekat rumahnya. Namun, hasilnya belum memuaskan. Meski demikian, teorinya terbukti benar. Bandul bisa bergerak memutar, meski masih perlahan.  Setelah itu serangkaian uji coba pun dilakukan. Karena saat itu belum ada yang bersedia mendanai, Zamrisyaf harus merogoh kocek sendiri. Tak kurang dari Rp 40 juta dia keluarkan untuk membiayai percobaan-percobaannya.

Barulah pada 2007, uji cobanya dibantu PLN Sumatera Barat. Pada uji coba di Pantai Ulak Karang, Padang, tersebut, peralatan sudah dipasangi dinamo. "Lampunya bisa menyala, kadang terang, kadang redup. Tapi, intinya sudah terbukti bahwa energi gelombang laut bisa diubah menjadi energi listrik," ucap pria yang oleh teman-temannya dijuluki "Pendekar Listrik Gelombang Laut" tersebut.
Menurut dia, sistem pembangkit listrik tenaga gelombang laut dengan sistem bandulan (PLTG-SB) potensial dikembangkan di wilayah Indonesia. Berdasar kajian ITS, pembangkit ini cocok ditempatkan di garis pantai yang berhadapan dengan laut lepas. "Kami sudah mengidentifikasi, di wilayah yang tidak mengganggu jalur lalu lintas laut, potensinya bisa mencapai 6 ribu megawatt (MW). Ini luar biasa besar," sebutnya.

Sebenarnya Zamrisyaf sudah mendaftarkan hak paten temuannya itu pada 2002. Namun, karena lamanya proses pembuatan, hak paten itu baru keluar pada 2010 dengan nomor P.00200200854. Selain Kalpataru pada 1983, dia pernah meraih penghargaan Perintis Lingkungan Hidup oleh Menteri Negara Sosial pada 1991, Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan 2002 oleh Presiden, Dharma Karya Pertambangan dan Energi 2005 oleh Menteri ESDM, 100 Inovator Indonesia 2008 oleh Menteri Riset dan Teknologi. Yang terbaru, dia menjadi ikon program Inspirasi Indonesia di salah satu TV swasta.

17.    SULIS (ALAT PASTEURISASI SUSU ELEKTRIK)


NO. PENDAFTARAN PATEN: P00201100353




Alat yang sangat bermanfaat untuk peternak sapi perah dan pengusaha susu agar dapat memiliki waktu penyimpanan produk yang lebih lama dengan menggunakan inovasi ini.
Inovasi
Perangkat pasteurisasi susu dengan teknologi Pulsed Electric Field (PEF) – metode pengolahan makanan non-termal dengan kejut listrik tegangan tinggi.

Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Pendirian badan usaha
3.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
4.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             Ekonomis dan efisien dengan menggunakan kejutan listrik (sampai 30 kV)
2.             Konsumsi daya listrik rendah (hanya 90 Watt)
3.             Menonaktifkan 99% mikroorganisme tanpa mengubah warna dan bau, serta tidak merusak protein dan kandungan nutrisi susu lainnya
4.             Memperpanjang umur simpan susu (sampai 1 minggu dalam lemari pendingin)
5.             Dapat digunakan untuk produk lain (juice, sari buah, dll.)


18. OBELT THRESHER (ALAT PERONTOK PADI DENGAN SEPEDA)

NO. PENDAFTARAN PATEN: S00201000087




Obelt Thresher merupakan perpaduan antara alat perontok padi dengan sepeda sehingga alat ini sangat mudah dipindah-tempatkan. Sumber tenaga perontok padi ini berasal dari kayuhan sepeda yang juga sebagai alat pembawa untuk berpindah tempat. Pada saat perontok padi tidak digunakan, maka sepeda ini berfungsi sebagai alat transportasi sebagaimana layaknya sepeda biasa.
Inovasi
Alat perontok padi yang sangat mudah dipindah-tempatkan.
Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Pendaftaran paten
3.             Pendirian badan usaha, CV. Hikari Teknik
4.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
5.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi.

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             Tidak menggunakan bahan bakar
2.             Tidak menggunakan listrik
3.             Susut perontokan sangat kecil, hanya 1,25% (metoda gebot konvensional: 10% – 12%)
4.             Kapasitas perontokan 93.48 kg/jam
5.             Bobot mesin 14.5 kg
6.             Dapat digunakan dengan banyak jenis sepeda.


19. TEPUNG LELE


NO. PENDAFTARAN PATEN: P00201000605




Kebutuhan gizi bagi balita, anak-anak maupun dewasa dapat dipenuhi oleh pemberian makanan berbahan baku tepung ikan.  Produk makanan tepung ikan juga sangat cocok didistribusikan di daerah-daerah terkena bencana guna membantu meningkatkan jumlah manusia yang dapat diselamatkan saat darurat bencana.
Inovasi
Tepung ikan lele yang dapat menjadi bahan baku makanan bergizi dan fungsional dengan kandungan protein tinggi.
Dukungan RAMP Indonesia
1.             Pendirian badan usaha, PT. Carmelitha Lestari
2.             Penyediaan dan pengadaan tempat dan alat-alat produksi
3.             Komersialisasi dan pemasaran teknologi.

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             Komposisi gizi: air 7.99%, protein 63.83%, lemak 10.83% dan karbohidrat 20.51%
2.             Protein ikan lele mengandung semua asam amino esensial
3.             Tidak terasa dan berbau ikan lele
4.             Membantu proses penyembuhan saat sakit
5.             Mudah dikonsumsi
6. Dapat dikirim ke lokasi terpencil dengan mudah.


20. ACAH (ALAT PANCING GURITA)


NO. SERTIFIKAT PATEN: S0001010B






Saat ini alat untuk menangkap gurita yang umum digunakan adalah tombak yang penggunaannya harus menyelam dengan cara memasukkan tombak/pengait ke lubang-lubang karang, sehingga selain membahayakan nelayan juga dapat menimbulkan potensi kerusakan pada ekosistem terumbu karang.Inovasi Alat untuk memancing gurita tanpa umpan dengan menggunakan teknologi gelombang infrasonik.
Dukungan RAMP Indonesia
1.             Penyempurnaan teknologi
2.             Pendirian badan usaha, CV. Trisanusa
3.             Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
4.             Pemasaran dan komersialisasi teknologi

Keunggulan dan Spesifikasi
1.             Tidak menggunakan umpan
2.             Dapat digunakan dari atas perahu/kapal (tidak harus menyelam)
3.             Menggunakan tenaga batere yang tahan lama
4.             Menggunakan gelombang infrasonik yang aman bagi terumbu karang dan ekosistem laut lainnya.


21. KOMPOR GASTRIK

NO. PENDAFTARAN PATEN: P00200900345



Didesain untuk mengatasi kelangkaan minyak tanah dan gas LPG yang menimbulkan permasalahan tersendiri bagi masyarakat karena beberapa kasus ledakan tabung gas LPG yang menyebabkan kekuatiran bagi penggunaanya.
Inovasi
Kompor yang menggunakan bahan bakar bioetanol yang dikonversi dari bentuk cair menjadi gas.
Dukungan RAMP Indonesia
1.         Penyempurnaan teknologi
2.         Pendirian badan usaha
3.         Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
4.         Pemasaran dan komersialisasi teknologi.

Keunggulan dan Spesifikasi
1.         Menggunakan bahan bakar bioetanol
2.         Api biru, modern, aman dan efisien layaknya kompor LPG
3.         Mudah dalam pengoperasian (otomatisasi)
4.         Tabung bahan bakar tidak bertekanan sehingga anti meledak
5.         Daya listrik rendah hanya 50 Watt untuk pemanasan awal
6.         Ramah lingkungan, bersih dan tidak berjelaga


22. KOMPOR BIOMASSA UB-03


       NO. PENDAFTARAN PATEN: P00201000217




Kompor Biomassa UB-03 didesain untuk menghemat kayu bakar yang banyak digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga di pedesaan.
Inovasi
Kompor dengan sistem pemanasan udara awal untuk pembakaran (pre-heating) dan counter flow dengan pencampuran udara dan gas bahan bakar secara turbulen.

Dukungan RAMP Indonesia
1.         Pendirian badan usaha, CV. Kreasi Daya Mandiri
2.         Penyediaan bengkel dan peralatan produksi
3.         Pemasaran dan komersialisasi teknologi.
4.          
Keunggulan dan Spesifikasi
1.         Hemat bahan bakar kayu sampai 80%
2.         Efisiensi pembakaran: 50% (tungku tradisional: 7% – 10%)
3.         Dapat menggunakan biomassa kering lainnya (ranting kayu, briket sampah, daun kering, dll.)
4.         Proses pembakaran hampir sempurna dan lebih bersih dengan asap pembakaran jauh berkurang dibandingkan tungku tradisional
5.         Penambahan biomassa mudah dilakukan untuk memasak dalam waktu lama.



23.             Tempe Daun Singkong (Pujiono JS )


nomor paten P00200700553



Ketika pertama kali tempe daun singkong hadir, banyak yang menolak untuk mencicipinya. Boleh jadi karena penampilan tempe daun singkong yang kehijauan itu berbeda jauh dengan tempe yang mereka kenal. Namun, lama-kelamaan mereka justru menggemari penganan unik itu.

Tempe daun singkong memang bukan satu-satunya tempe nonkedelai. Di tanahair banyak terdapat tempe berbahan dasar nonkedelai - meski termasuk kelompok legum seperti  tempe koro benguk (bahan biji karabenguk Mucuna pruriens), tempe gude Cajanus cajan, dan tempe koropedang Canavalia ensiformis. Selain itu terdapat pula tempe berbahan baku nonlegum seperti tempe mungur berbahan baku biji mungur Enterolobium saman, tempe bongkrek (bungkil kapuk Ceiba pentandra), dan tempe karet (biji karet Hevea brasiliensis).

Alasannya jika cendawan Monelia sp mampu tumbuh di daun singkong, ragi tempe Rhizopus oligosporus mungkin dapat juga berkembang di media serupa. Mula-mula daun singkong muda - seperti untuk sayuran - direbus agar lunak, kering angin, dan segera ditaburi ragi tempe saat dingin, dan dibungkus. Prosesnya sama persis dengan membuat tempe dari kedelai Glycine max. Namun, tiga hari kemudian ragi gagal tumbuh  dan berkembang karena kadar air yang tidak pas.

Pengolahan ampas daun singkong menjadi tempe sebetulnya merupakan hasil samping ekstraksi senyawa bioflavonoid bernama rutin. Rutin suatu senyawa glikosida yang mengandung aglikon kuersetin dan gula rutinosa. Senyawa itu disebut juga vitamin P yang berfungsi untuk menjaga permeabilitas pembuluh darah.

Rutin juga merupakan bahan industri obat, zat pengatur tumbuh, dan kosmetik. Untuk  memperoleh  senyawa itu dengan cara mengendapkan air perasan daun singkong,  Prosesnya  relatif  mudah,  semudah membuat tempe daun singkong  yang bergizi dan lezat itu. Tempe daun singkong terdaftar di Ditjen HKI pada 2007 dengan nomor paten P00200700553.

telah terpenuhi dengan turunnya surat bernomor H3.HC.02.Pol.012/1173, tertanggal 29 Maret 2006.



24.Teknologi Delta Qualstone Karya Anak Bangsa
nomor Paten: S00.2002.00127





Di negara kita, mewujudkan dua “keajaiban” di atas, saat ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Saat ini telah hadir sebuah teknologi mutakhir di bidang fisik konstruksi yang mampu membangun rumah tipe 36 plus, dalam hitungan 2-4 jam. Temuan ini adalah Teknologi Delta Qualstone buah karya putra terbaik bangsa dari hasil penelitian dan riset lebih dari 20 tahun.
Teknologi ini telah didaftarkan pada Departemen Kehakiman, Ditjen HAKI dan HAM dengan nomor Paten: S00.2002.00127, Desain: A00.2002.01748, dan Merek: D00.2002.18573-18783.
Teknologi yang dikembangkan dengan
sistem waralaba (franchise) ini merupakan kekayaan yang tidak ternilai harganya. Aset bangsa yang digali dari sumberdaya alam (SDA) yang melimpah dan tersedia di belahan dunia manapun (batu, koral, semen).

Diciptakan untuk segala jenis bangunan: dinding, saluran irigasi, jalan, talud/turap (penahan tanah), kolom dan lantai jembatan, pagar, pelabuhan peti kemas bahkan landasan pesawat terbang dsb.
Dicetak dari bahan dasar batu koral, pasir dan semen dengan sistem saling mengunci (mengikat) satu sama lain sehingga pemasangannya tanpa menggunakan adugan perekat (semen). 
Sebagai inovasi di bidang fisik konstruksi, Teknologi Delta Qualstone saat ini paling unggul di dunia karena sangat kuat, tahan api, pemasangan cepat, knockdown, mampu beradaptasi terhadap getaran gempa hingga 7-9 skala richter. Dengan harga yang relatif murah dan ramah lingkungan teknologi ini juga sangat cocok untuk daerah rawan gempa dan rawa-rawa.

Teknologi Delta Qualstone dirancang sebagai solusi untuk menggantikan komponen bahan bangunan lainnya seperti batu kali, batubata, batako, conblock, pavingblock, seng, genteng, asbes dll.
Temuan Teknologi Delta Qualstone dapat menjadi solusi mengatasi krisi multi-dimensi. Menyiapkan lapangan pekerjaan bagi jutaan penganggur, mengentaskan kemiskinan, menyelamatkan lingkungan, menjamin kualitas bangunan, bahkan penjualan lisensi ke luar negeri dapat membayar hutang negara Indonesia yang mencapai lebih dari Rp. 1.000,- trilyun.

25. Mesin Cuci Helm Berteknologi Twister (Heru Herlambang & Sirfanda Meiro Siregar)

No. Paten: ID S0001063




Mesin cuci helm merek Yes merupakan mesin cuci helm berteknologi twister pertama di Indonesia, sekaligus yang pertama pula sebagai mesin cuci helm yang menggunakan ultraviolet dalam proses pencucianya. teknologinya meniru mesin cuci pakaian – memakai sistem spinner/twister. Invensi mesin cuci helm ini telah dipatenkan sebagai peralatan untuk membersihkan helm. Mesin cuci helm “Yes” juga telah mendapatkan sertifikat merek.

Telah Dipatenkan
Mesin cuci helm buatan Heru dan Sirfanda diberi nama Yes Spa Helm. Mereka mengklaimnya sebagai mesin cuci helm berteknologi twister pertama di Indonesia, sekaligus yang pertama pula mesin cuci helm yang menggunakan ultraviolet dalam proses pencucianya. Heru dan Sirfanda melindungi karya mereka dan menganggap hak karya intelektual dan merek sebagai bagian penting dari bisnis. Karena itu mereka mendaftarkan paten dan merek Yes dengan No. Pendaftaran Merek: IDM000277981 tertanggal 27 Oktober 2010 dan No. Paten: ID S0001063 tertanggal 14 Desember 2010. Perlindungan merek “Yes” tersebut diberikan selama 10 tahun sejak 22 Mei 2009. Sedangkan paten sederhana untuk invensi “peralatan untuk membersihkan helm” berlaku 10 tahun sejak 14 Desember 2010.
Sembari menggugah kesadaran masyarakat bahwa helm perlu dicuci, Heru dan Sirfanda membuka pintu peluang lain dengan menawarkan kemitraan sebagai Unique Selling Point (USP). Seperti kita ketahui, helm bias kotor dan perlu dicuci karena terkena debu jalan dan keringat. Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Laksmi Duarsa, Sp.K.K dalam tulisan di situs 
www.yesspahelm.com mengatakan, debu dan bekas keringat yang menumpuk di helm berbahaya bagi kesehatan kulit pemakai helm. Debu atau keringat bisa menjadi salah satu penyebab jerawat di sekitar dahi, yakni bagian yang paling banyak mengeluarkan keringat dan bersentuhan dengan helm.


2 komentar: